2. Luangkan setengah hari di Jatiluwih
Tegalalang memang paling sering difoto. Namun, pengalaman sesungguhnya ada di Jatiluwih. Terasering sawah yang masuk daftar Warisan Dunia UNESCO di dataran tinggi Tabanan ini membentang begitu luas hingga mata sulit menjangkau ujungnya: seribu gradasi hijau yang tertata dalam geometri kuno yang presisi. Datanglah menjelang siang, sebelum terik memuncak, susuri jalur bagian bawah, lalu berhentilah di sudut yang tenang. Tidak ada yang perlu diburu di sini. Justru itulah intinya.
3. Saksikan tari Kecak di Uluwatu
Pura Uluwatu berdiri di atas tebing kapur setinggi 70 meter di ujung barat daya Bali, lokasi yang dengan sendirinya sudah termasuk yang paling dramatis di pulau ini. Saat senja, ketika Samudra Hindia di bawahnya berubah keemasan dan seratus suara bersahut-sahutan dalam lantunan yang menghipnotis, tari Kecak dengan kobaran apinya menjadi pengalaman yang benar-benar tak terlupakan. Datanglah lebih awal agar mendapat tempat duduk yang bagus di teras luar. Waspadai monyet-monyetnya. Pegang erat kacamata hitam Anda.
4. Nikmati pagi di Ubud
Ubud adalah jantung budaya Bali, dan jika Anda memberinya waktu yang layak, reputasi itu terbukti pantas. Monkey Forest layak mendapat satu jam dari pagi Anda. Galeri-galeri lokal di Jalan Hanoman layak mendapat lebih banyak lagi. Kopi dari perkebunan di perbukitan sekitarnya termasuk yang terbaik di Indonesia. Lewatkan restoran turis di jalan utama dan carilah tempat makan kecil dengan kursi plastik dan menu tulisan tangan. Anda tidak akan menyesal.
5. Pesan ritual spa Bali yang sesungguhnya
Bukan pijat ala turis. Yang dimaksud adalah perawatan tradisional Bali yang lengkap: berlangsung dua jam, dengan minyak kelapa hangat, mandi bunga, dan terapis yang sudah menekuni keahlian ini seumur hidup. Tempat terbaik biasanya berada di resor-resor papan atas atau di pusat wellness independen di Ubud dan Seminyak. Setelah panas, perjalanan, dan malam-malam panjang, perawatan seperti ini terasa sangat pas.